Minggu, 01 Mei 2011

Adaptasi Fisiologi pada kehamilan dan Tanda-Tanda KehamilanAdaptasi Fisiologi pada kehamilan dan Tanda-Tanda Kehamilan


ADAPTASI FISIOLOGIS TERHADAP KEHAMILAN

1. Rahim atau uterus
~ Pembesaran uterus : stimulasi kadar hormon estrogen dan progesterone yang meningkat
Terjadi akibat :
]• Peningkatan vaskularisasi dan dilatasi pembuluh darah
• Hiperplasia ( produksi serabut otot dan jaringan fibroelastis baru ) dan hipertropi    (pembesaran serabut otot dan jaringan fibroelastis yang sudah ada )
• Perkembangan desidua
~ Uterus, serviks dan istmus melunak secara progresif dan serviks menjadi agak kebiruan ( tanda Chadwick ) : peningkatan aliran darah uteri , edema dan kongesti panggul.
~ Istmus melunak dan dapat ditekan ( tanda Hegar )
~ Serviks melunak ( tanda Goodel ) : vaskularisasi bertambah
~ Rahim membesar kearah implantasi janin ( tanda Piskacek )
~ Fundus dan Serviks mudah fleksi ( tanda Mc. Donal )
~ Kontraksi uterus dirasakan memalui dinding abdomen ( tanda Braxton Hicks ) : kontraksi tidak teratur yang tidak menimbulkan nyeri

2. Vagina dan Vulva
- Mukosa vagina dan serviks berwarna ungu kebiruan : peningkatan vaskularisasi , peningkatan sensitivitas yang menyolok , meningkatkan keinginan dan bangkitan seksual ( trimester II ) : ( tanda Chadwick )
- Edema & varises vulva : peningkatan kongesti + relaksasi dinding pembuluh darah & uterus yang berat
- Struktur eksterna vulva membesar : peningkatan vaskularisasi, hipertropi badan perineum & deposit lemak
- Cairan berwarna keputihan ( leukore ) : sel epitel vagina tanggal akibat hiperplasia
- PH sekresi vagina menjadi asam : 4 - 6.5 : rentan infeksi vagina , infeksi jamur

3. Ovarium
- Indung telur mengandung corpus luteum gravidarum : meneruskan fungsinya sampai terbentuknya plasenta yang sempurna ( 16 minggu )
- Ovulasi terhenti

4. Payudara
- Rasa penuh, peningkatan sensitivitas, rasa geli dan rasa berat di payudara : peningkatan hormon estrogen
- Putting susu dan areola berpigmen : merah muda pada areola
- Hipertropi kelenjar lemak di areola
- Kongesti vena di payudara : peningkatan suplai darah : pembuluh darah di bawah kulit berdilatasi
- Strie di luar payudara
- Pengeluaran ASI belum berlangsung : Prolaktin belum berfungsi , hambatan dari PIH ( Prolaktin Inhibing Hormon)

5. Sistem tubuh
a. KARDIOVASKULER
- Hipertropi / dilatasi pada jantung : peningkatan volume darah dan curah jantung
- Penurunan TD : vasodilatasi perifer akibat perubahan hormonal
- Kecendrungan koagulasi lebih besar : peningkatan berbagai faktor pembekuan
- Rentan terjadi trombosis : aktivitas pemecahan dan pelarutan bekuan darah mengalami depresi

b. SISTEM PERNAFASAN
- Kebutuhan Oksigen meningkat : respon terhadap percepatan laju metabolic dan peningkatan kebutuhan oksigen pada jaringan uterus dan payudara
- Ekspansi rongga dada meningkat : peningkatan kadar estrogen : ligamen pada kerangka iga berelaksasi
- Peningkatan kadar estrogen : peningkatan vaskularisasi , kapiler membesar , terbentuk edema dan hyperemia di hidung, faring, laring, trachea, bronchitis , sumbatan pada hidung, hidung berdarah, perubahan suara, peradangan
- Dispnea saat istirahat : kebutuhan nafas meningkat dan peningkatan progesterone dan estrogen : sensitivitas pusat pernafasan terhadap karbon dioksida
- Lemah dan letih : peningkatan aktivitas metabolic

c. SISTEM INTEGUMEN
Perubahan keseimbangan hormon dan peregangan mekanik yang menyebabkan :
- Peningkatan ketebalan kulit dan lemak subdermal, hiperpigmentasi, pertumbuhan rambut dan kuku mengakibatkan :
o Peningkatan aktivitas kelenjar keringat dan sebasea
o Jaringan elastis kulit mudah pecah
® strie gravidarum
o Respon alergi kulit meningkat

- Pigmentasi : peningkatan hormon hipofise anterior melanotropin , cloasma gravidarum , bercak hiperpigmentasi kecoklatan pada kulit di daerah tonjolan maksila
- Linia Alba dan Linia nigra : pigmentasi di simpisis pubis sampai ke bagian atas fundus di garis tengah tubuh

d. SISTEM PENCERNAAN
- Peningkatan estrogen : pengeluaran asam lambung meningkat , dapat menyebabkan :
- Pengeluaran saliva meningkat ( Ptialisme )
- Daerah lambung terasa panas
- Terjadi mual, sakit kepala terutama pada pagi hari : morning sickness
- Muntah : Emesis gravidarum
- Muntah berlebihan : hiperemesis gravidarum Peristaltik usus menurun : Obstipasi / Konstipasi , aliran darah ke panggul dan tekanan vena meningkat : hemorroid
- Penurunan nafsu makan ( trimester I ) : nausea dan vomitus , peningkatan kadar hCG ( Human Chronionic Gonadotropin )
- Pruritus gravidarum ( rasa gatal yang berat ) : retensi dan akumulasi empedu di dalam hati , respon terhadap steroid plasenta
- Rasa tidak nyaman ( panggul berat / tertekan ) : pergeseran usia pembesaran uterus , peningkatan tekanan vena di dalam panggul

e. SISTEM PERKEMIHAN
- Nocturia, sering berkemih, urgency : pembesaran uterus : menekan kandung kemih : peningkatan sensitivitas kandung kemih
- Laju filtrasi glomerulus dan aliran plasenta ginjal meningkat
- Reabsorbsi glukosa di tubulus ginjal terganggu : glukosuria

f. SISTEM ENDOKRIN
- Estrogen meningkat : pertumbuhan uterus semakin besar, pembesaran mammae, peningkatan pigmentasi
- Progesteron meningkat : peningkatan sekresi, penumpukan lemak, stimulasi pusat pernafasan, penurunan motalitas gaster , penurunan tonus blass dan ureter
- HCG meningkat : pertahankan fungsi corpus luteum, regulasi produksi steroid : fetus
- Prolaktin meningkat : produksi ASI
- Oxitosin meningkat : ejeksi ASI

TANDA-TANDA KEHAMILAN
Tanda-tanda kehamilan merupakan saat yang paling dinantikan oleh seorang perempuan yang menginginkan dirinya memiliki seorang buah hati dambaan keluaga (family hoping). Dengan terjadinya kehamilan menandakan bahwa pasangan suami isteri memiliki tingkat kesuburan yang baik dan hal ini juga menandakan bahwa mereka tidak memiliki masalah kesehatan yang berarti.
Dengan datangnya tanda-tanda kehamilan, hadirnya seorang buah hati dalam keluarga mereka tinggalah menunggu waktu. Keluarga terasa semakin lengkap dengan kehadiran buah hati yang dinanti. Namun ada kalanya, pasangan suami isteri belum mengetahui secara betul mengenai tanda-tanda kehamilan ini. Mereka kadang masih bingung membedakan mana tanda-tanda kehamilan (pregnancy symptoms) sebenarnya dengan  tanda akan datang menstruasi, karena banyak kasus terjadi bahwa tanda-tanda kehamilan biasanya mirip dengan tanda-tanda akan datang menstruasi. Ketidaktahuan mengenai hal ini  juga menyebabkan beberapa kasus terjadinya keguguran (miscarriage).
Hal ini disebabkan masih dilakukannya suatu aktivitas atau konsumsi makanan yang seharusnya tidak boleh dilakukan selama kehamilan, padahal sebetulnya dia sudah mengalami kehamilan. Dengan ketidaktahuan akan tanda-tanda kehamilan juga mengakibatkan persiapan yang matang menyongsong kehamilan menjadi terabaikan. Sebaliknya, banyak kasus para keluarga stress karena tanda-tanda yang sudah dianggapnya sebagai sebuah tanda kehamilan,  ternyata sesudah dilakukan beberapa kali test ternyata hasilnya negatif. Bayangan dan dambaan kehamilan yang mereka tunggu akhirnya menjadi sirna.
Banyak para perempuan menilai bahwa tanda-tanda kehamilan hanya melihat dari satu sisi saja, yaitu terlambat datangnya menstruasi. Salah satu tanda-tanda kehamilan ini adalah terlambatnya menstruasi. Namun, terlambat menstruasi ini juga bukan hanya disebabkan oleh kehamilan saja, banyak hal yang mempengaruhinya, pola makan, stress, kecapaian, adanya gangguan hormonal dsb. Untuk lebih memastikan lagi, selain terlambatnya menstruasi, ada tanda-tanda kehamilan yang lain.skip to main | skip to sidebar

Untuk mengatakan seorang wanita itu hamil, maka perlu dilakukan kajian terlebih dahulu terhadap data subyektif dan obyektif yang ditemukan pada wanita tersebut. Data subyektif artinya segala sesuatu yang dirasakan atau dialami oleh wanita yang sedang hamil atau sering disebut dengan gejala kehamilan sedangkan data obyektif adalah segala hal yang bisa diamati oleh orang lain pada diri seorang wanita yang sedang hamil atau sering diistilahkan dengan tanda kehamilan. Tanda kehamilan sendiri dibagi lagi menjadi tanda kehamilan tidak pasti dan tanda kehamilan pasti.

  • Dugaan kehamilan (presumptive)
  • Kemungkinan kehamilan (probable)
  • Diagnosa pasti kehamilan (positive)
1. Tanda Kehamilan Pasti/ Diagnosa pasti kehamilan (positive)
Pada ibu yang diyakini sedang dalam kondisi hamil maka dalam pemeriksaan melalui USG(ultrasonografi) terlihat adanya gambar janin. Ultrasonografi memungkinkan untuk mendeteksi jantung kehamilan(gestasional sac) pada minggu ke-5 sampai ke-7 pergerakan jantung biasanya terlihat pada 42 hari setelah konsepsi yang normal atau sekitar minggu ke-8, melalui pemeriksaan USG, dapat diketahui juga panjang, kepala dan bokong(trown-sump lenghth/TRI) janin dan merupakan metode yang akurat dalam menentukan usia kehamilan.
Pemeriksaan merasakan gerakan janin dalam rahim pada usia 20 minggu, terlihat adanya gambaran kerangka janin dengan pemeriksaan radiology, terdengar adanya denyut jantung janin, melalui pemeriksaan dengan ultrasonographi Doppler dapat dideteksi dengan denyut jantung janin pada minggu ke-8 sampai minggu ke-12 setelah menstruasi terakhir dengan stetoskop leanec denyut jantung terdeteksi pada minggu ke-18 sampai minggu ke-20.
Tanda Pasti Kehamilan :
  • Pada perabaan di bagian perut dirasakan adanya janin serta gerak janin.
  • Bila didengarkan menggunakan alat Doppler maka akan terdengar detak jantung janin.
  • Pada pemeriksaan USG dilihat gambaran janin.
  • Pada pemeriksaan rontgen terlihat gambaran rangka janin.

MANIFESTASI POSITIF KEHAMILAN
Diagnosa kehamilan pasti didasarkan pada temuan objektif yang tidak selalu dapat ditemukan pada trimester pertama.
A. Detik jantung janin
  • Detik jantung janin dapat terdengar dengan menggunakan fetoskop pada ibu yang bertubuh langsing pada kehamilan 17 – 18 minggu.
  • Dengan tehnik Doppler, detik jantung janin dapat terdengar pada kehamilan 10 minggu.
B. Palpasi bagian janin
  • Bentuk tubuh janin sering dapat diperiksa melalui palpasi abdomen pada kehamilan lebih dari 28 minggu.
  • Gerakan janin dapat dirasakan setelah kehamilan 18 minggu
C. Ultrasonografi
  • Tehnik ini sangat bermanfaat bagi pemantauan viabilitas janin.
  • Aktivitas jantung dapat dilihat pada kehamilan 5 – 6 minggu
  • Ekstrimitas janin terlihat pada kehamilan 7 – 8 minggu
  • Gerakan jari tangan terlihat pada kehamilan 9 – 10 minggu

2. Tanda-tanda mungkin hamil/ Kemungkinan kehamilan (probable)
Organ panggul Terjadi sejumlah perubahan pada organ panggul yang dapat dirasakan oleh dokter saat melakukan pemeriksaan vagina.
Reaksi kehamilan positif : Dasar dari tes kehamilan adalah pemeriksaan hormon Choriorlik gonadotropin sub unit beta(beta heg) dalam urine. Jika terjadi kehamilan reaksi antigen-antibodi dengan beta heg, sebagai anti gen beta heg dapat di deteksi dalam darah dan urine mulai enam hari setelah impatasi(penanaman embrio di dalam rongga rahim).
Cara khas yang dipakai untuk menentukan adanya Human Chorionic Gonadotropin pada kehamilan muda adalah air kencing pertama pagi hari. Dengan tes kehamilan tertentu air kencing pagi hari ini dapat membantu membuat diagnosis kehamilan sedini-dininya. Suhu Basal yang sesudah ovulasi tetap tinggi terus antara 37,2ºC sampai 37,80º C adalah salah satu tanda akan adanya kehamilan. Gejala ini sering dipakai dalam pemeriksaan kemandulan ( Wiknjosastra dalam Prawirohardjo,2005).
Uterus membesar perubahan bentuk, besar konsistensi.
 Tanda Hegar yaitu segmen bawah rahim melunak/ Hegar’s sign (tanda Hegar) adalah Meluasnya daerah isthmus yang menjadi lunak, sehingga pada pemeriksaan vaginal corpus uteri seolah “terpisah” dari bagian servik. Tanda hegar tanda ini terdapat pada dua pertiga kasus dan biasanya muncul pada minggu keenam dan sepuluh serta terlihat lebih awal pada perempuan yang hamilnya berulang. Pada pemeriksaan bimanual(du tengah), segmen bawah uterus terasa lebih lembek. Tanda ini sulit diketahui pada pasien gemuk atau dinding abdomen yang tegang.
Tanda Chadwick/Chadwick’s sign: kongesti pembuluh darah yang menyebabkan perubahan warna servik dan vagina yang kebiruan. Biasanya muncul pada minggu kedelapan dan terlihat lebih jelas pada wanita yang hamil berulang tanda ini berupa perubahan warna. Warna pada vagina dan vulva menjadi lebih merah dan agak kebiruan timbul karena adanya vaskularisasi pada daerah tersebut.
Tanda goodel, biasanya muncul pada minggu ke enam dan terlihat lebih awal pada wanita yang hamilnya berulang tanda ini berupa serviks menjadi lebih lunak dan jika dilakukan pemeriksaan dengan speculum, serviks terlihat berwarna lebih kelabu kehitaman.
Tanda Piscaseek, uterus membesar secara simetris menjauhi garis tengah tubuh (setengah sebagian terasa lebih keras dari yang lainnya) bagian yang lebih besar tersebut terdapat pada tempat melekatnya (implantasi) tempat kehamilan. Sejalan dengan bertambahnya usia kehamilan, pembesaran uterus menjadi semakin simetris. Tanda picsaseks, dimana uterus membesar ke salah satu jurusan hingga menonjolkan ke jurusan pembesaran tersebut.
Tanda Braxton Hick, bila uterus dirangsang mudah berkontraksi. Tanda ini khas untuk uterus dalam masa hamil. Pada keadaan uterus yang membesar tetapi ada kehamilan misalnya pada mioma uteri, tanda ini tidak ditemukan.
Leukorea yaitu peningkatan sekresi vagina yang terdiri dari sel epitel dan peningkatan sekresi lendir servik akibat rangsangan hormon. Lendir servik yang disapukan pada objek glas dan dibiarkan mengering tidak memperlihatkan gambaran “daun pakis” tapi gambaran ”granular”.
 Ladin’s sign yaitu pada minggu ke 6 terjadi pelunakan uterus dibagian mid-line anterior sepanjang uterocervical junction.
Von Fernwald’s sign yaitu perlunakan fundus uteri yang iregular diatas lokasi implantasi pada kehamilan 4 – 5 minggu. Bila kejadian ini terjadi pada bagian cornu (Piskacek’s sign) maka harus dibedakan dengan adanya leiomioma uteri atau kelainan uterus lain. Pada kehamilan 10 minggu, uterus menjadi simeteris dan berukuran dua kali lipat.
Tanda :
1.  Perubahan pada tulang dan ligamentum panggul yaitu selama kehamilan tulang panggul dan struktur ligamen mengalami sedikit perubahan. Terjadi relaksasi ringan pada sendi simfsis pubis.
2. Pembesaran abdomen
Terjadi pembesaran abdomen secara progresif dari kehamilan 7 sampai 28 minggu. Pada minggu 16-22, pertumbuhan terjadi secara cepat dimana uterus keluar panggul dan mengisi rongga abdomen.
3.  Kontraksi uterus
Oleh karena uterus membesar, bentuk uterus menjadi globular dan sering mengalami dextro-rotasi. Kontraksi uterus tanpa rasa sakit (Braxton Hicks contraction) mulai muncul pada kehamilan 28 minggu dan biasanya menghilang bila dibawa berjalan-jalan. Kontraksi uterus tersebut menjadi semakin kuat mendekati saat persalinan.
4.  Balotemen
Pada kehamilan 16 – 20 minggu, dengan pemeriksaan bimanual dapat terasa adanya benda yang melenting dalam uterus ( tubuh janin ).

3. Kehamilan tidak pasti/dugaan kehamilan (presumptive)
Diagnosa kehamilan ditegakkan atas dasar :
  1. Riwayat amenorea
  2. Pembesaran uterus
  3. Tes kehamilan positif
   Tanda Kehamilan Tidak Pasti :
  • Perubahan warna kulit menjadi lebih gelap dari sebelumnya yang kira kira terjadi diatas minggu ke 12 kehamilan.
  • Keputihan atau keluarnya cairan berlebihan dari vagina karena pengaruh hormonal.
  • Gusi bengkak terutama pada bulan bulan pertama kehamilan.
  • Perubahan payudara menjadi lebih tegang dan membesar.
  • Pembesaran perut terutama tampak jelas setelah kehamilan 14 minggu.
  • Tes kehamilan memberikan hasil positif.
Gejala Kehamilan Tidak Pasti :
  • Amenorhea
Konsepsi dan nidasi menyebabkan tidak terjadi pembentukan folikel degraaf dan ovulasi. Tidak haid adalah gejala pertama yang dirasakan oleh seorang wanita yang menyadari kalau dirinya sedang hamil, mengetahui tanggal terakhir dengan perhitungan rumus nagle dapat ditentukan perkiraan persalinan, amenorhea (tidak haid), gejala ini sangat penting karena umumnya wanita hamil tidak dapat haid lagi. Rumus sederhana menentukan tanggal kelahiran yaitu tanggal ditambah 7 sedangkan bulan dikurangi 3, dihitung dari tanggal pertama haid terakhir. Penting diketahui tanggal hari pertama haid terakhir, supaya dapat menentukan usia kehamilan dan memperkirakan tanggal kelahiran.
1.  Berhentinya menstruasi disebabkan oleh kenaikan kadar estrogen dan progesteron yang dihasilkan oleh corpus luteum
2.  Mempunyai arti penting dalam dugaan kehamilan hanya bila siklus haid sebelumnya berlangsung secara teratur dan spontan.
3.  Selain kehamilan, amenorea juga dapat terjadi akibat : ketegangan emosional, penyakit menahun, obat-obat opioid dan dopaminergik, penyakit endokrin dan tumor ginekologi tertentu.
  • Mual dan muntah
Mual dengan diikuti muntah ataupun tidak sering terjadi pada bulan bulan pertama kehamilan. 50% diderita oleh ibu hamil, mencapai puncak pada 8 – 12 minggu. Pengaruh estrogen dan progesteron terjadi pengeluaran asam lambung yang berlebihan, menimbulkan mual dan muntah terutama pada pagi hari tetapi tidak selalu yang disebut morning sickness, akibat mual dan muntah nafsu makan berkurang. Keluhan mual disebabkan oleh kenaikan kadar HCG dimana pada trimester I kadar HCG dapat mencapai 100 mIU/ml. Derajat keluhan dipengaruhi oleh ketegangan emosi.
 Pemicu mual dan muntah adalah peningkatan hormon secara tiba-tiba dalam aliran darah. Hormon tersebut adalah HCG (Human chorionic Gonadotrophin). Selain dalam darah, peningkatan hormon ini juga terjadi pada saluran air kencing. Makanya, alat test pack kehamilan dilakukan melalui media air seni, hal ini dilakukan untuk mengukur terjadinya peningkatan kadar hormon HCG tersebut. Peningkatan hormon ini akan mengakibatkan efek pedih pada lapisan perut dan menimbulkan rasa mual. Rasa mual ini biasanya akan menghilang memasuki kehamilan trimester kedua. Jika, rasa mual dan muntah masih terjadi pada usia kehamilan trimester kedua, sebaiknya periksakan dan konsultasikan mengenai hal ini ke dokter, karena akan mengganggu kehamilan.
Morning sickness terjadi karena plasenta yang berkembang dan menghasilkan sejenis hormon HCG. Hormon ini prosentasenya meninggi sesuai dengan pertumbuhan plasenta. Diperkirakan, hormon inilah yang mengakibatkan muntah melalui rangsangan terhadap otot dari poros lambung. Makin tinggi hormon ini makin cepat merangsang muntah. Sebenarnya hormon HCG sangat dibutuhkan pada awal kehamilan. Selain membentuk plasenta, HCG juga akan menjaga janin tumbuh dengan baik.
Neusea (enek) dan emesis (muntah), dimana enek pada umumnya terjadi pada bulan-bulan pertama kehamilan, disertai kadang-kadang oleh emesis. Dalam batas-batas tertentu keadaan ini masih fisiologik. Bila melampaui sering, dapat mengakibatkan gangguan kesehatan disebut hiperemesis gravidarium(mual muntah disertai dengan dehidrasi dan ketonuria sehingga mengganggu aktivitas keseharian pasien). Keadaan ini memerlukan perawatan intensif di Rumah Sakit.
Solusinya Sediakan snack atau makanan ringan seperti, crackers, kue beras atau sebatang coklat di samping tempat tidur Anda. Makanlah bahan makanan tersebut ketika Anda bangun atau setelah mual hilang. Makanan-makanan tersebut dapat menghilangkan rasa mual. Selain itu, jagalah pola makan dan makanlah sesering mungkin walaupun dalam porsi kecil. Tujuannya untuk menjaga agar perut tidak berada dalam keadaan kosong dan tetap menjaga gula darah yang stabil. Perbanyaklah mengkonsumsi makanan tinggi karbohidrat, perbanyak minum, mengkonsumsi vitamin B6, istirahat cukup, menjauhi makanan pedas serta bersikap positif terhadap kehamilan dapat mengurangi gejala mual-mual
Hiperemesis gravidarum : Terapi emesis gravidarum sedang:
    • Makan sedikit dan sering
    • Dukungan emosional
    • Vitamin B6 dosis tinggi dan Vitamin prenatal
    • Anti muntah diberikan sebagai pilihan akhir


  • Mengidam
Mengidam atau menginginkan sesuatu baik itu makanan, minuman atau hal hal yang tertentu. Sering terjadi pada bulan-bulan pertama akan tetapi menghilang dengan makin tuanya kehamilan.
·         Pingsan
Pingsan, sering dijumpai bila berada pada tempat-tempat ramai. Dianjurkan untuk tidak pergi ke tempat-tempat ramai pada bulan-bulan pertama kehamilan. Hilang sesudah kehamilan 16 minggu.
·         Mamae menjadi tegang dan membesar
Mamae menjadi tegang dan membesar, keadaan ini disebabkan pengaruh estrogen dan progesteron yang merangsang duktuli dan alveoli di mammae. Glandula montgomeri tampak lebih jelas.
~Perubahan pada payudara:
 1. Mastodinia (rasa tegang pada payudara).
2.  Pembesaran kelenjar sebaseus sirkumlakteal (Montgomery tubercle) pada kehamilan 6 – 8 minggu akibat stimulasi hormonal.
3.  Sekresi kolustrum setelah kehamilan 16 minggu.
Jika terjadi kehamilan, maka payudara akan membesar, hal ini disebabkan oleh meningkatnya produksi hormon esterogen dan progesteron. Selain itu kondisi payudara juga akan terasa makin lembut, hal ini menimbulkan rasa sensitif yang lebih tinggi, hingga payudara akan terasa sakit atau nyeri saat dipegang. Rasanya mungkin lebih sakit dari yang anda biasa alami sebelum menstruasi. Puting susu membesar pula dan warnanya akan semakin gelap, kadang juga terasa gatal. Pembuluh vena pada payudara juga akan terlihat akibat penegangan payudara. Selain itu terjadi  aktivitas hormon HPL (Human Placental Lactogen). Hormon tersebut diproduksi oleh tubuh saat ibu mengalami kehamilan untuk mempersiapkan ASI bagi bayi anda ketika terlahir ke dunia. Rasa tidak nyaman ini akan berkurang setelah trimester pertama, seiring tubuh menyesuaikan dengan perubahan hormon.
·      Quickening. Persepsi gerakan janin pertama kali (pada multigravida 14 – 16 minggu; pada primigravida 18- 20 minggu).
·      Perubahan pada traktus urinarius:
~ Iritabilitas vesika urinaria, sering berkemih dan nocturia
~ Infeksi traktus urinarius
·      Anoreksia
Anoreksia (tidak ada nafsu makan), pada bulan-bulan pertama tetapi setelah itu nafsu makan timbul lagi. Hendaknya dijaga jangan sampai salah pengertian makan untuk dua orang, sehingga kenaikan tidak sesuai dengan tuanya kehamilan.
·      Sering miksi (Frequent Urination)
Setelah haid terlambat satu hingga dua minggu, keinginan untuk buang air kecil menjadi lebih sering dari kebiasaannya. Ini disebabkan janin yang tumbuh di rahim menekan kandung kemih dan akibat adanya peningkatan sirkulasi darah. Kadangkala penyebabnya kecenderungan ibu hamil yang minum lebih banyak. Akibatnya, ginjal lebih banyak pula memproduksi air seni. Selain itu letak kandung kemih yang bersebelahan dengan rahim membuat kapasitasnya berkurang. Itulah salah satu sebab ibu hamil sering buang air kecil. Peningkatan rasa buang air kecil juga disebabkan oleh peningkatan hormon kehamilan..
Sering kencing terjadi karena kandung kencing pada bulan-bulan pertama kehamilan tertekan oleh uterus yang mulai membesar. Pada triwulan kedua umumnya keluhan ini hilang oleh karena uterus yang membesar keluar dari rongga panggul. Pada akhir triwulan gejala ini bisa timbul lagi karena janin mulai masuk ke rongga panggul dan menekan kembali kandung kencing.
Solusinya yang perlu diwaspadai, saat ini sering terjadi infeksi pada saluran atau kandung kemih pada ibu hamil. Sayangnya, sulit membedakan buang air kecil yang disebabkan oleh infeksi atau tidak. Yang mungkin bisa dijadikan pedoman yakni rasa nyeri yang menyertai. Jika keluarnya air seni diiringi oleh rasa nyeri dan warnanya merah atau keruh mungkin itu pertanda infeksi. Untuk mengatasinya, jangan menunda keinginan buang air kecil dan hindarkan dehidrasi dengan lebih meningkatkan asupan cairan ke dalam tubuh.

·      Kontipasi/ obstipasi
Obstipasi terjadi karena tonus otot menurun karena disebabkan oleh pengaruh hormon steroid. Pigmentasi karena hormon steroid plasenta(cloasma gav, are-ola mamae, linea nigra).
Pigmen kulit terdapat pembesaran payudara, disertai dengan hyper pigmentasi putting susu dan aerola (daerah kehitaman disekitar putting susu), mammae menjadi tegang dan membesar, keadaan ini disebabkan pengaruh estrogen dan progesteron yang merangsang duktuli dan alveoli di mammae. Glandula montgomeri tampak lebih jelas.
Sekitar wajah adanya melanophore stimulating harmorehipofisis anterior menyebabkan pigmentasi kulit; dinding perut terdapat striae lipid atau albican dan alba menjadi nigra; sekitar payudara hyperpigmentasi pada areola mamae pembesaran kelenjar montgommery. Pigmentasi kulit terjadi pada kehamilan 12 minggu ke atas. Pada pipi, hidung, dan dahi kadang-kadang tampak deposit pigmen yang berlebihan, dikenal sebagai kloasma gravidarum. Areola mammae juga menjadi lebih hitam kerena didapatkan deposit pigmen yang berlebih. Daerah leher menjadi lebih hitam. Demikian pula linea alba di garis tengah abdomen menjadi lebih hitam(linea grisea). Pigmentasi ini terjadi karena pengaruh dari hormon kortikosteroid plasenta yang merangsang melanofor dan kulit.
Perubahan pada kulit:
    • Chloasma gravidarum: setelah kehamilan 16 minggu kulit didaerah muka menjadi gelap dan menjadi semakin gelap bila terkena sinar matahari.
    • Linea nigra: warna puting susu dan linea alba menjadi gelap akibat adanya rangsangan oleh melanophore akibat peningkatan kadar MSH-melanocyte stimulating hormon.
    • “striae gravidarum”: striae pada payudara dan abdomen akibat separasi jaringan kolagen yang terlihat sebagai jaringan parut iregular. Diperkirakan akibat pengaruh hormon adrenocorticosteroid dan nampak pada kehamilan lanjut.
    • “Spider telengangiectasis” : kelainan kulit akibat tingginya kadar estrogen sirkulasi yang juga dapat terlihat pada kegagalan hepar.

·      Hipertropi dari papilia gusi (epulis)
Tanda berupa pembengkakan pada gusi. Gusi tampak bengkak karena peningkatan jumlah pembuluh darah sekitar gusi, epulis adalah suatu hipertrofi papila ginggivae. Sering terjadi pada triwulan pertama.
·      Peubahan pada perut
Uterus tetap berada pada rongga panggul sampai minggu ke-12 setelah itu uterus mulai diraba di atas simfisis pubis. Rahim dan perut membesar umumnya,dimulai pada usia kehamilan 8-12 minggu.
·      Leukore (keputihan)
Tanda berupa peningkatan jumlah cairan vagina pada pengaruh hormon cairan tersebut tidak menimbulkan rasa gatal, warnanya jernih dan jumlahnya tidak banyak.

·         Munculnya bercak darah atau flek yang diikuti kram perut

Bercak darah ini muncul sebelum menstruasi yang akan datang, biasanya terjadi antara 8-10 hari setelah terjadinya ovulasi. Bercak darah ini disebabkan oleh implantasi (implantation bleeding) atau menempelnya embrio pada dinding rahim. Munculnya bercak darah pada saat kehamilan kadang disalah artikan sebagai menstruasi.
Selain itu, keluarnya bercak darah biasanya diikuti oleh kram perut. Kram perut pada kondisi terjadinya kehamilan akan terjadi secara teratur. Dan kondisi kram perut ini,  akan terus berlanjut sampai kehamilan trimester kedua, sampai letak uterus posisinya berada ditengah dan disangga oleh panggul.

·         Pusing dan sakit kepala (Headaches)

Pusing Keluhan ini merupakan keluhan awal dan umum terjadi. Pengaruh hormon saat kehamilan yang menjadi penyebabnya. Hormon progesteron memicu dinding pembuluh darah melebar. Sehingga mengakibatkan terjadinya penurunan tekanan darah dan membuat calon ibu merasa pusing. Keluhan ini akan hilang dengan sendirinya.

Gangguan pusing dan sakit kepala yang sering dirasakan oleh ibu hamil diakibatkan oleh faktor fisik; rasa lelah, mual, lapar dan tekanan darah, rendah. Sedangkan penyebab emosional yaitu adanya perasaan tegang dan depresi. Selain itu peningkatan pasokan darah ke seluruh tubuh juga bisa menyebabkan pusing saat ibu berubah posisi.
Solusinya Penanganan yang tepat tentu harus dengan mengetahui lebih dulu penyebabnya. Bila akibat pengaruh hormonal, penanganannya cukup dengan tidur dan menghindari stres. Sementara bila karena anemia dan hipertensi, mau tidak mau harus diatasi dulu faktor penyebabnya. Sedangkan jika karena tekanan darah rendah, kurangi aktivitas dan hemat pengeluaran energi. Juga hindari gerakan mendadak seperti dari posisi duduk atau jongkok langsung ke posisi berdiri. Kalaupun merasa perlu menelan obat antisakit kepala lantaran tak kuat lagi menahannya, pilihlah yang paling aman. Salah satunya parasetamol yang masih bisa ditoleransi untuk dikonsumsi ibu hamil sekalipun tanpa resep dokter

·         Rasa lelah dan mengantuk yang berlebih (Fatigue)

Rasa lelah dan mengantuk pada ibu hamil selain disebabkan oleh perubahan hormonal, juga akibat kinerja dari beberapa organ vital seperti ginjal, jantung, dan paru-paru, semakin bertambah. Organ-organ vital ini tidak hanya bekerja untuk mencukupi kebutuhan ibu saja, namun juga untuk pertumbuhan dan perkembangan janin. Perut ibu yang semakin membesar seiring dengan bertambahnya usia kehamilan juga memberikan beban tersendiri bagi tubuh ibu.
·           Pegal-pegal
Pegal-pegal penyebabnya bisa karena ibu hamil kekurangan kalsium atau karena ketegangan otot. Sepanjang kehamilan, boleh dibilang ibu membawa beban berlebih. Otot-otot tubuh juga mengalami pengenduran sehingga mudah merasa lelah. Hal inilah yang membuat posisi ibu hamil dalam beraktivitas apa pun jadi terasa serba salah. Penyebab lainnya, yaitu ibu hamil kurang banyak bergerak atau olahraga.
Solusinya amat disarankan untuk senantiasa menyempatkan waktu berolahraga atau setidaknya beraktivitas ringan. Ibu hamil pun sebaiknya menjaga sikap tubuh. Ibu diwajibkan mengonsumsi susu dan makanan yang kaya kalsium.
·      Sembelit
Sembelit terjadi akibat peningkatan hormon progesterone. Hormon progesteron saat hamil menyebabkan relaksasi usus. Akibatnya daya dorong usus terhadap sisa makanan berkurang. Sisa makanan yang menumpuk mengakibatkan sembelit. Sebab lainnya bisa juga kandungan zat besi pada tablet khusus ibu hamil. Selain itu, kebiasaan menahan buang air besar seringkali menjadi penyebab. Hormon progesteron selain mengendurkan otot-otot rahim, juga berdampak pada mengendurnya otot dinding usus sehingga menyebabkan sembelit atau susah buang air besar. Namun keuntungan dari keadaan ini adalah memungkinkan peyerapan nutrisi yang lebih baik saat hamil. Solusinya perbanyaklah mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan berserat. Satu lagi, lebih teraturlah ke belakang dan minum air putih minimal delapan liter setiap hari.

·         Sering meludah (hipersalivasi)

Tanda kehamilan ini terjadi akibat pengaruh perubahan hormon estrogen, biasanya terjadi pada kehamilan trimester pertama. Kondisi ini biasanya menghilang setelah kehamilan memasuki trimester kedua
  • Kenaikan suhu basal
Naiknya temperatur basal tubuh, Jika terjadi kehamilan atau ovulasi, maka suhu basal tubuh ibu akan meningkat. Saat terjadinya pembuahan, ovum dibuahi di tuba falopii, dan membutuhkan sekitar seminggu untuk ke rahim, dimana ovum terbuahi akan menempel di sana.Kondisi ini akan bertahan selama terjadinya kehamilan. Kondisi ini tidak akan turun ke kondisi sebelum terjadinya ovulasi. kenaikan suhu basal persisten selama 3 minggu.

·      Kram dan sakit pada kaki

Menjelang akhir kehamilan tangan dan kaki sering mengalami kekakuan. Bagian tubuh tersebut agak membengkak sedikit karena menyimpan cairan. Akibatnya syaraf jadi tertekan. Tekanan ini terasa sakit seperti ditusuk-tusuk jarum. Sehingga tangan dan kaki tidak merasakan apa-apa dan ototnya jadi lemah. Gejala ini terasa waktu bangun tidur di pagi hari dan membaik di siang hari. Penyebabnya diperkirakan karena hormon kehamilan, kekurangan kalsium, kelelahan, tekanan rahim pada otot, kurang bergerak sehingga sirkulasi darah tidak lancar.

 Solusinya saat kram terjadi, yang harus dilakukan adalah melemaskan seluruh tubuh terutama bagian tubuh yang kram. Dengan menggerak-gerakkan pergelangan tangan dan mengurut bagian kaki yang terasa kaku bisa membantu menghilangkan kekakuan. Selain itu, pada saat bangun tidur jari kaki ditegakkan sejajar dgn tumit utk mencegah kram mendadak. Agar kram tidak sampai mengganggu, atasi dengan mengkonsumsi banyak kalsium, minum air putih yang banyak, melakukan senam ringan, dan cukup istirahat.

·      Kaki bengkak (Edema)

Sekitar 75% wanita hamil pasti mengalami pembengkakan pada kaki (edema), yang umumnya terjadi pada trimester akhir. Penyebabnya bisa karena ibu terlalu banyak diam. Secara fisiologis, ibu hamil memang menanggung beban tambahan yang akan semakin memperlambat aliran darah pada pembuluh darah vena. Kaki bengkak selanjutnya bisa memicu tekanan darah tinggi atau malah preeklamsi. Sebenarnya, kaki bengkak bukan disebakan karena banyaknya mengkonsumsi garam. Ibu hamil boleh-boleh saja mengonsumsi makanan yang mengandung garam seperti sebelum hamil.

Solusinya : Lakukan cukup olahraga dan sebisa mungkin tidak bersikap statis atau berdiam diri dalam posisi yang sama berlama-lama. Saat Anda duduk, sebisa mungkin selalu luruskan kaki. Sempatkan untuk beristirahat sejenak di sela-sela aktivitas dan tidur dengan posisi berbaring pada sisi kiri tubuh. Anda sebaiknya mulai mewaspadai pembengkakan pada kaki bila diikuti juga dengan berat badan yang meningkat drastis, naiknya tekanan darah serta kadar protein dalam urin. Bisa jadi gejala tersebut merupakan tanda bahwa Anda mengidap pre-eclampsia.

·      Gatal-gatal

Keluhan ini pun lazimnya disebabkan pengaruh faktor hormonal. Solusinya cukup dengan menggunakan obat luar. Sedapat mungkin hindari obat-obatan oral atau yang diminum. Obat-obatan jenis ini umumnya tidak baik bagi tumbuh kembang janin.

·      Nyeri ulu hati

Jika mengalami keluhan ini jangan panik. Hal ini disebabkan adanya sejumlah kecil isi lambung yang lewat di pangkal saluran kerongkongan (penghubung mulut dengan lambung). Solusinya tak perlu ke dokter untuk mengatasinya. Malah pencegahannya tergolong mudah. Selama kehamilan, jangan membungkuk atau berbaring datar. Kalaupun ingin berbaring cobalah gunakan bantal yang tinggi. Sediakan pula segelas susu di samping tempat tidur dan minumlah sedikit-dikit setiap kali terasa nyeri

·      Sakit punggung
 Selama kehamilan, sambungan antara tulang pinggul mulai melunak dan lepas. Ini persiapan untuk mempermudah bayi lahir. Rahim bertambah berat, akibatnya, pusat gravitasi tubuh berubah. Secara bertahap, ibu hamil mulai menyesuaikan postur dengan cara berjalan. Hal ini menyebabkan sakit punggung dan pegal.
 Solusinya : Mengatasinya tak perlu obat cobalah perbaiki cara berdiri, duduk, dan bergerak. Jika harus duduk atau berdiri lebih lama jangan lupa istirahat setiap 30 menit.
·      Insomnia
Beberapa kasus, biasanya ibu hamil mengalami sulit tidur.
Tanda - tanda Ibu Hamil yang Sehat
  • Cukup bertenaga dan bersemangat
  • Nafsu makan baik
  • Tidak pusing-pusing dan mengalami perubahan penglihatan
  • Tidak mual dan muntah-muntah berlebihan
  • Tidak merasa panas disaluran kemih ketika buang air kecil
  • Tidak ada gatal-gatal di vagina
  • Tidak ada duh/cairan vagina yang berbau
  • Tidak kesulitan bernafas
  • Tidak ada rasa nyeri yang berarti pada perut, punggung dan tungkai
  • Tidak ada perdarahan dari vagina
  • Tidak ada bengkak pada tangan dan wajah

Tanda-tanda kehamilan (pregnancy symptoms) di atas sifatnya pribadi, tidak semua perempuan pada awal kehamilan mutlak memiliki tanda-tanda di atas, artinya berlakunya tanda kehamilan di atas ada yang memang semua mengalaminya, bervariasi, tapi ada pula yang tidak memiliki keluhan apapun. Untuk lebih memastikan, tentulah harus dilakukan test kehamilan (pregnancy test ), baik yang dilakukan di rumah dengan menggunakan test pack atau dilakukan di laboratorium yang melakukan tes terhadap darah anda.


HORMON DALAM KEHAMILAN DAN PENGARUHNYA
Ketika terjadi kehamilan pada diri seorang perempuan, maka tubuh bereaksi dengan membentuk perubahan-perubahan dan segera memproduksi hormon-hormon kehamilan guna mendukung kelangsungan kehamilan. Hormon-hormon kehamilan ini bertujuan guna mendukung kehamilan yang berlangsung khususnya agar janin dapat tumbuh dan berkembang dengan baik dan sehat. Ada baiknya para ibu hamil mengetahui mengenai hormon yang diproduksi selama kehamilan berikut fungsi dan efek yang dihasilkan olehnya, agar tidak terjadi salah pengertian atau malah menjadikannya mitos kehamilan terhadap perubahan-perubahan yang terjadi selama kehamilan.Berikut ini adalah beberapa hormon yang diproduksi selama kehamilan, berikut fungsi dan dampak yang dihasilkan, yaitu:

·         Hormon Kehamilan HCG (Human Chorionic Gonadotrophin)

Hormon kehamilan ini hanya ditemukan pada tubuh seorang wanita hamil yang dibuat oleh embrio segera setelah pembuahan dan karena pertumbuhan jaringan plasenta. Hormon kehamilan yang dihasilkan oleh villi choriales ini berdampak pada meningkatnya produksi progesteron oleh indung telur sehingga menekan menstruasi dan menjaga kehamilan. Hormon ini dibentuk oleh lapisan jaringan bagian luar janin serta plasenta yang terbentuk pada awal pertumbuhan janin (trofoblas). Fungsinya antara lain mempertahankan jaringan berwarna kuning dalam indung telur yang terbentuk ketika indung telur baru saja melepaskan sel telur (korpus luteum), yang membuat estrogen, progesteron dan plasenta terbentuk sepenuhnya.
 Produksi HCG akan meningkat hingga sekitar hari ke 70 dan akan menurun selama sisa kehamilan. Hormon kehamilan HCG mungkin mempunyai fungsi tambahan, sebagai contoh diperkirakan HCG mempengaruhi toleransi imunitas pada kehamilan. Hormon ini merupakan indikator yang dideteksi oleh alat test kehamilan yang melalui air seni. Jika, alat test kehamilan mendeteksi adanya peningkatan kadar hormon HCG dalam urine, maka alat test kehamilan akan mengindikasikan sebagai terjadinya kehamilan atau hasil test positif.
Dampak
Kadar HCG yang tinggi dalam darah
menyebabkan mual-muntah (morning sickness).

·         Hormon Kehamilan HPL (Human Placental Lactogen)

Adalah hormon yang dihasilkan oleh plasenta, merupakan hormon protein yang merangsang pertumbuhan dan menyebabkan perubahan dalam metabolisme karbohidrat dan lemak. Hormon kehamilan ini  berperan penting dalam produksi ASI. Kadar HPL yang rendah mengindikasikan plasenta yang tidak berfungsi dengan baik. 
Dampak
Memberikan perubahan terhadap payudara. Perubahan ini berupa pembesaran pada payudara,  serta membuat rasa ngilu dan sakit pada puting jika disentuh.

·         Hormon Kehamilan Relaxin

Hormon ini muncul pada awal kehamilan dan bertanggungjawab membantu mengatasi aktivitas rahim dan melembutkan leher rahim dalam rangka persiapan proses persalinan)

Hormon kehamilan yang dihasilkan oleh korpus luteum dan plasenta. Melembutkan leher rahim dan merelaksasikan sendi panggul.

Dampak
menimbulkan relaksasi pada ligamen dan sendi

·         Hormon Kehamilan Estrogen

Dihasilkan oleh ovarium dan mempengaruhi pertumbuhan endometrium rahim, perubahan-perubahan histologi pada vagina. Memperngaruhi pertumbuhan saluran kelenjar mammae sewaktu menyusui, mengontrol pelepasan LH dan FSH, mensensitifkan otot-otot uterus, mengendorkan serviks, vagina, vulva, serta menimbulkan kontraksi pada rahim. Estrogen juga memperkuat dinding rahim untuk mengatasi kontraksi saar persalinan. Hormon ini juga melembutkan jaringan tubuh, sehingga jaringan ikat dan sendi tubuh menjadi lemah sehingga tidak dapat menyangga tubuh dengan kuat. Berperan penting dalam menjaga kesehatan sistem genital, organ reproduksi dan payudara.
Hormon ini membuat puting paudara membesar dan merangsang pertumbuhan susu, membantu memperkuat dinding rahim untuk mengatasi kontraksi saat persalinan.Estrogen juga akan melunakkan jaringan-jaringan tubuh, sehingga jaringan ikat dan sendi-sendi tubuh menjadi lemah. Akibatnya ibu hamil terkadang mangalami sakit punggung.
~ Pengaruh Hormon Estrogen Saat Hamil

Saat anda hamil hormon estrogen bisa meningkat dan juga bisa menurun. Dan tentunya berpengaruh pada gairah seks bisa makin meningkat atau menurun dengan drastis. Semua itu berkaitan dengan keadaan psikologis dan individual dalam diri masing-masing orang. Menurut seorang dokter kandungan, penurunan atau peningkatan gairah seksual itu adalah hal normal. Jika mengalami peningkatan gairah seksual kala hamil, menurut dokter bisa dikarenakan kondisi hubungan sehat dan saling memuaskan.
Namun terkadang masalah muncul karena suami tidak memiliki hasrat yang sama. Kadang pria beranggapan hubungan intim akan melukai dan menekan janin, mereka jadi ekstra hati-hati dan menahan diri. Kenyataan ini tentunya tidak nyaman untuk ibu. Ibu tidak perlu risau dan stres jika menghadapi masalah ini, karena masturbasi pada prinsipnya tidak dilarang dan yang penting tidak akan menyakiti ibu atau bayi.
Jika ibu suka ingin menggunakan vibrator, itu sah saja selama tidakbibu ditempatkan pada vagina. Pelumas seperti jelly atau astroglide juga baik. Kecuali jika ibu memiliki kecenderungan kelahiran prematur, ibu harus menghentikan sementara berbagai hal yang memancing orgasme termasuk masturbasi dan hubungan intim.(Ndh)
Dampak
Dapat mengganggu keseimbangan cairan tubuh sehingga terjadi penimbunan cairan yang menyebabkan pembengkakan. Selain itu dengan peningkatan hormon ini ibu hamil sering merasa sakit punggung. Dapat juga menyebabkan varises.

·         Hormon Kehamilan Progesteron

Hormon ini berfungsi untuk membangun lapisan di dinding rahim untuk menyangga plasenta di dalam rahim. Juga dapat berfungsi untuk mencegah gerakan kontraksi atau pengerutan otot-otot rahim, sehingga persalinan dini bisa dihindari. Hormon ini juga membantu menyiapkan payudara untuk menyusui.
Di lain sisi, progesterone akan membuat pembuluh darah melebar. Akibatnya tekanan darah menjadi turun, dan ibu akan merasa pusing. Terkadang menyebabkan sistem pencernaan terganggu, seperti perut kembung atau sembelit, mempengaruhi suasana hati ibu saat hamil, serta meningkatkan suhu tubuh dan menyebabkan mual.
Dampak
Hormon ini dapat "mengembangkan" pembuluh darah sehingga menurunkan tekanan darah, itu penyebab mengapa Anda sering
pusing saat hamil. Hormon ini juga membuat sistem pencernaan jadi lambat, perut menjadi kembung atau sembelit. Hormon ini juga mempengaruhi perasaan dan suasana hati ibu, meningkatkan suhu tubuh, meningkatkan pernafasan, mual, dan menurunnya gairah seks selama hamil.

·         Hormon Kehamilan MSH (Melanocyte Stimulating Hormone)

Hormon kehamilan ini merangsang terjadinya pigmentasi pada kulit
Dampak
Menggelapkan warna puting susu dan daerah sekitarnya. Pigmentasi kecoklatan pada wajah, pada bagian dalam dan garis dari pusar ke baeah (linea nigra).
·      Prolaktin/ LTH(Lactotrophic Hormone)
Hormon ini bertanggung jawab terhadap peningkatan sel yang memproduksi ASI dalam payudara. Hormon estrogen setelah melahirkan akan turun, hormon ini dapat menghambar produksi ASI, dengan demikian prolaktin dapat merangsang produksi ASI.
·      Oksitosin
Hormon ini terlibat dalam proses reproduksi pada pria dan wanita, membantu kontraksi pada saat kehamilan dan persalinan, produksi susu pada saat menyusui, maka aktivitas menyusui dapat mempercepat terjadinya penyusutan rahim.
·      GnRH (Gonadotrophin Releasing Hormone), berfungsi menstimulasi hipofisis anterior untuk memproduksi dan melepaskan hormon-hormon gonadotropin(FSH/LH).
·      FSH(follicle Stimulating Hormone), berfungsi memicu pertumbuhan dan pematangan folikel dan sel-sel granulosa di ovarium wanita.
LH(Luteinizing Hormone) / ICSH (Interstitial Cell Stimulating Hormone), berfungsi memicu perkembangan folikel (sel-sel teka dan sel-sel granulosa) dan juga mencetuskan terjadinya ovulasi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar